Mencari helm full face retro yang pas di hati dan dompet memang gampang-gampang susah, apalagi kalau Anda ingin memadukannya dengan motor custom atau skuter klasik kesayangan.
Jujur saja, kita sering dihadapkan pada dua pilihan sulit: beli helm murah tapi batoknya ringkih seperti kerupuk, atau beli helm bermerek impor yang harganya bikin dapur emak enggak ngebul sebulan.
Padahal, urusan kepala tidak boleh main-main.
Kabar baiknya, tahun ini banyak produsen lokal yang sudah “melek” kualitas. Jika Anda butuh jawaban cepat tanpa basa-basi, berikut adalah Pilihan Editor EmakBapak.id untuk helm bergaya helm jadul terbaik saat ini:
- Pilihan Hemat (Best Value): HBC Cakil (Desain ganteng, harga pelajar).
- Pilihan All-Rounder (Terbaik Harian): NJS S-Cross (Fitur modern, intercom ready, nyaman).
- Pilihan Premium (Best Comfort): Zeus ZS-816 (Kedap suara, material mewah, fitting juara).
Nah, bagi Anda yang ingin mengulik lebih dalam agar tidak salah beli alias “zonk” saat barang sampai di rumah, yuk simak ulasan lengkap dan panduan detailnya di bawah ini.
Mengapa Helm Full Face Retro Kembali Hype?
Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa model helm yang populer di tahun 70-an dan 80-an ini tiba-tiba membanjiri jalanan lagi? Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren “skena” atau “kalcer”. Ada pergeseran selera pengendara yang mulai jenuh dengan desain helm modern yang serba tajam dan agresif.
Helm retro menawarkan vibe yang lebih santai, timeless, dan berkarakter. Namun, ada satu hal krusial yang perlu diingat: Style Meets Safety.
Dulu, helm cakil lawas mungkin perlindungannya minim. Tapi sekarang, teknologi full face modern sudah dibenamkan ke dalam cangkang klasik.
Ini artinya, Anda bisa mendapatkan perlindungan dagu (chin guard) yang maksimal jauh lebih aman dibanding helm half face atau open face tanpa harus terlihat seperti pembalap MotoGP yang nyasar ke kedai kopi.
Panduan Memilih Helm Retro Anti-Zonk
Sebelum kita masuk ke daftar produk, EmakBapak mau kasih sedikit wejangan. Membeli helm retro itu sedikit tricky. Ukuran dan bentuk batoknya seringkali berbeda dengan helm standar. Simak tips ini agar tidak menyesal:
1. Pahami Karakter “Fitting”
Helm retro, terutama model cakil, biasanya memiliki shell (batok) yang lebih sempit di bagian rahang dan pipi. Jika pipi Anda tergolong chubby, jangan memaksakan ukuran yang biasa Anda pakai di helm standar.
- Tips: Jika lingkar kepala Anda 59-60 cm (biasanya L), untuk helm retro lokal, pertimbangkan naik satu ukuran ke XL jika Anda tidak suka sensasi “terjepit” yang terlalu ketat.
2. Material Batok
- ABS (Thermoplastic): Kebanyakan helm di rentang harga Rp 300rb – Rp 900rb menggunakan ini. Sedikit lebih berat, tapi lentur dan kuat menahan benturan.
- Fiberglass/Komposit: Lebih ringan, lebih keras, dan tentunya lebih mahal (biasanya di atas Rp 1,5 juta). Untuk pemakaian harian dalam kota, bahan ABS standar SNI sudah sangat mumpuni.
3. Jenis Pengunci
Banyak pecinta motor klasik mendewakan pengunci Double D-Ring. Memang, ini adalah standar balap paling aman karena tidak mungkin terlepas sendiri.
Namun, untuk harian yang sering buka-tutup helm (misal: ojek online atau kurir), pengunci Microlock (klik) jauh lebih praktis. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda, jangan hanya karena gengsi.
Rekomendasi Helm Full Face Retro Terbaik & Harganya
Kami telah menyisir marketplace dan forum komunitas untuk menyajikan daftar ini. Berikut adalah deep dive produk-produk pilihan kami.
1. Cargloss Racer
Siapa yang tidak kenal Cargloss? Seri Racer ini adalah definisi helm retro sesungguhnya. Desainnya bulat sempurna tanpa sudut aneh-aneh.
- Pengalaman Pakai: Saat pertama kali dipakai, busanya terasa empuk namun “memeluk”. Visibilitasnya luas karena eye-port-nya lebar. Kelemahannya, karena desainnya sangat bulat, di kecepatan tinggi (>80 km/jam) angin akan terasa sedikit menampar helm, tapi untuk cruising santai, ini juara.
- Harga: Rp 750.000 – Rp 900.000
- Kelebihan: Ringan, brand image kuat, sparepart (kaca/busa) gampang dicari.
- Kekurangan: Ventilasi udara minim (agak gerah di lampu merah).
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
2. NJS S-Cross
Ini adalah favorit tim EmakBapak.id untuk tahun ini. NJS berhasil menggabungkan desain cakil yang gahar dengan fitur modern.
- Pengalaman Pakai: Busa interiornya terasa premium, kainnya halus dan tidak bikin gatal saat berkeringat. Fitur andalannya adalah mekanisme visor yang solid (tidak gampang turun sendiri) dan sudah ada slot untuk intercom. Jadi, buat Anda yang suka sunmori sambil ngobrol, ini pilihannya.
- Harga: Rp 850.000 – Rp 1.100.000
- Kelebihan: Double D-Ring, Wearable glasses (ramah kacamata), desain agresif.
- Kekurangan: Bobot sedikit lebih berat dibanding Cargloss.
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
3. JPX Fox 1
Kalau Anda punya motor trail tua atau gaya scrambler, helm ini jodohnya. Bentuknya mengadopsi gaya motocross lawas tanpa pet/topi.
- Pengalaman Pakai: Ventilasi di bagian moncongnya sangat lega, jadi napas tidak akan terasa sesak atau ngap. Bagian mata terbuka lebar, jadi Anda wajib memakai goggles (kacamata google) agar mata tidak kelilipan debu. Ini menambah poin kegantengan secara drastis.
- Harga: Rp 550.000 – Rp 700.000
- Kelebihan: Sirkulasi udara terbaik, harga sangat bersahabat, batok kokoh.
- Kekurangan: Harus beli goggles terpisah, suara angin (wind noise) cukup kencang masuk.
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
4. Zeus ZS-816
Naik kelas sedikit, ada brand asal Taiwan/Vietnam, Zeus. Seri ZS-816 ini didesain khusus untuk pasar retro dengan detail chrome di lis karetnya yang memberi kesan mewah.
- Pengalaman Pakai: “Kedap”. Itu kata pertama yang muncul. Busa pipi dan lehernya didesain sangat rapat sehingga suara bising jalanan teredam baik. Material ABS-nya terasa lebih padat dan finishing cat-nya sangat rapi, tidak mudah kusam.
- Harga: Rp 1.600.000 – Rp 1.900.000
- Kelebihan: Sangat hening (quiet), material premium, ventilasi berfungsi baik meski terlihat minimalis.
- Kekurangan: Harga cukup tinggi untuk brand non-Eropa, ketersediaan stok kadang terbatas.
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
5. HBC Cakil
Ingin tampil kalcer tapi dana terbatas? HBC Cakil sering jadi penyelamat.
- Pengalaman Pakai: Secara tampilan, bentuknya sangat “cakil” (dagu panjang). Cukup ringan dipakai. Namun, Anda harus memaklumi kualitas busa yang standar saja cukup nyaman, tapi tidak istimewa. Finishing cat di beberapa unit terkadang kurang rapi di bagian sudut. Tapi untuk harga segini, worth it.
- Harga: Rp 350.000 – Rp 450.000
- Kelebihan: Sangat murah, banyak pilihan warna, ringan.
- Kekurangan: Busa cepat kempes jika dipakai harian intens, visor bawaan kadang kurang jernih.
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
6. RSV Classic
Brand lokal Bandung ini tidak mau kalah. RSV Classic menawarkan desain yang simple dan elegan, mirip dengan helm-helm mahal seperti Bell.
- Pengalaman Pakai: Fitting-nya pas untuk kepala orang Indonesia yang cenderung bulat (asian fit). Sistem penguncian visornya menggunakan magnet atau kancing yang memberi kesan vintage banget.
- Harga: Rp 900.000 – Rp 1.000.000
- Kelebihan: Sertifikasi SNI, DOT, dan ECE (aman banget), bisa dilepas busanya untuk dicuci.
- Kekurangan: Sistem kancing visor kadang merepotkan kalau ingin buka tutup cepat saat berkendara.
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
7. Bell Bullitt
Tidak adil bicara helm retro tanpa menyebut “bapaknya”. Bell Bullitt adalah benchmark. Harganya memang selangit, tapi kita masukkan di sini sebagai pembanding standar kualitas.
- Pengalaman Pakai: Jarak pandang (field of view) helm ini luar biasa luas, hampir seperti tidak pakai helm. Material interior kulit aslinya wangi dan mewah.
- Harga: Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000+
- Kelebihan: Prestise, material kelas dunia, keamanan standar internasional tertinggi.
- Kekurangan: Mahal (jelas), bentuknya mungkin kurang cocok untuk semua bentuk kepala (cenderung intermediate oval).
- Beli harga promo di Shopee bisa cek Link Ini.
Cara Merawat Helm Retro Agar Busa Tidak Cepat Bau & Kempes
Helm retro punya satu musuh utama: Jamur dan Bau Apek. Karena desainnya yang tertutup rapat (terutama bagian leher), keringat sering terperangkap.
- Jangan Taruh di Spion: Ini kesalahan fatal. Menaruh helm di spion akan menekan busa EPS (gabus keras) di dalam, mengubah struktur keamanan helm.
- Angin-anginkan: Setelah dipakai, buka visor dan balik posisi helm agar sirkulasi udara masuk ke bagian dalam. Jangan langsung simpan di sarung tertutup saat kondisi lembab.
- Cuci Busa Berkala: Pilih helm yang removable padding (busa bisa dilepas). Cuci dengan sampo bayi (jangan deterjen keras) setiap 2-3 minggu sekali jika dipakai harian.
FAQ
1. Apakah helm full face retro aman untuk touring jauh?
Sangat aman, asalkan sudah berstandar SNI. Justru helm full face lebih direkomendasikan untuk touring dibanding open face karena melindungi rahang dan wajah dari serangga atau kerikil.
2. Apakah helm jenis ini lebih panas dari helm biasa?
Secara umum, ya. Ventilasi pada helm retro biasanya lebih sedikit dibanding helm modern demi menjaga estetika klasik. Namun, helm seperti JPX Fox 1 yang moncongnya terbuka jauh lebih adem.
3. Bagaimana cara pasang intercom di helm retro yang tidak ada slotnya?
Anda bisa menggunakan clamp kit (penjepit) atau 3M adhesive (tempel). Untuk speakernya, Anda mungkin perlu sedikit “memijat” atau mengikis sedikit busa gabus di area telinga (hati-hati jangan sampai merusak struktur batok) agar speaker tidak menekan daun telinga.
4. Apa bedanya helm cakil dan full face biasa?
Perbedaan utama ada di desain bagian dagu (chin bar). Helm cakil memiliki dagu yang lebih menonjol ke depan dan biasanya tanpa visor (atau visor datar), sedangkan full face modern lebih aerodinamis.
5. Berapa umur pakai helm retro?
Sama seperti helm lain, disarankan diganti setiap 5 tahun (terhitung dari tanggal produksi) atau SEGERA diganti jika pernah jatuh/terbentur keras, meskipun luarnya terlihat mulus.
Kesimpulan
Memilih helm full face retro bukan sekadar soal gaya, tapi investasi keselamatan kepala Anda. Di tahun ini, Anda tidak perlu lagi mengorbankan tabungan demi tampil keren.
Jika Anda mencari keseimbangan terbaik antara fitur, kenyamanan, dan harga, NJS S-Cross adalah rekomendasi utama kami.
Namun, jika budget sangat ketat tapi ingin tetap aman, Cargloss Racer atau HBC Cakil sudah lebih dari cukup untuk menemani aktivitas harian. Ingat, helm mahal tidak ada gunanya kalau talinya tidak diklik sampai bunyi.







